Monthly Archives: January 2008

Zat Kimia Dalam Pewangi Sintetik

Standard

Zat Kimia Dalam Pewangi Sintetik

Diterjemahkan Oleh: Rahma dewi

Parfum atau pewangi telah digunakan sejak zaman dahulu kala terutama oleh kaum wanita, mulai dari upacara keagamaan, pernikahan atau bahkan kematian, setiap moment memiliki aroma tersendiri. Dan seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan ini semakin berkembang pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk, mulai dari produk kebutuhan wanita, hingga produk kebutuhan rumah tangga seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk, dan produk yang memiliki wewangian yang khas dan menarik memang cukup digemari oleh masyarakat, karena memang kesan bersih, segar dan menyenangkan akan ditimbulkan dari wewangian tersebut.
Namun apakah penambahan zat pewangi atau parfum pada beberapa produk harian atau kosmetik tersebut aman bagi penggunanya? Bagaimana dengan ibu hamil yang mengirupnya apakah ianya benar-benar murni terbuat dari campuran bunga dan buah seperti yang dicantum pada kemasan atau pada iklan produk tersebut, mungkinkah kita mendapatkan wewangian yang benar-benar asli dan aman dengan harga yang sangat murah?, dibawah ini akan kita lihat beberapa tabel yang memberikan informasi tentang kandungan wewangian sintesis serta beberapa efek samping yang akan ditimbulkan jika terhirup dalam jumlah yang banyak dan kontinyu.

Aroma

Bahan Yang di Kandung

(% BERAT BERSIH)

TANDA KERACUNAN

Jeruk , lemon

Fruity-fragrance 86-173

Limonin > 50%

kangker, peradangan pada mata da kulit

Lavender

Lavender-fragrance

93-054

Linalool 10-50%

Gangguan pernafasan

Tomat

Tomato Oil 010

Propilin glikol > 50%

Peradangan pada mata dan kulit, jika tertelan dan terhirup dapat menyebabkan pingsan dan tak sadar

Pepermint

Spearmint oil 660

Karvon > 50%

Menyebabkan peradangan pada mata dan kulit.

Musim bunga

Spring Flowers Fragrance 5975

Karbitol 10 – 50%

Gangguan pernafasan dan sistem saraf, peradangan mata.

Pepermint

Peppermint 501

1-Menthol 10 – 50%

Lesu lemah mual, muntah, sakit perut, vertigo, hilang keseimbangan pergerakan anggota badan, mengantuk dan koma.

Buah-buahan

Bergamont Oil 100

Linalil asetat, lomonin, linalool, 10 – 50%

Gangguan pernafasan, peradangan mata

dan kulit.

Bunga-bungaan

Bouquet Floral 3881

Benzal asetat 10 – 50%

Kangker pankreas, peradangan mata, saluran pernafasan dan batuk.

Kulit Kayu Manis

Cinnamon Oil 950

Sinamik Aldehid > 50%

Peradangan sistem pernafasan dan kulit, mengantuk. Jika tertelan menyebabkan muntah,

sakit perut dan diare.

Wangi Cemara

Alpha Pinene P & F

a-Pinen 97.5%

Mengganggu sistem pernafasan, kerusakan paru-paru, vertigo,

denyutan jantung

meningkat, pusing, halusinasi, kebakaran dan kesan terbakar pada kulit, konjunktivitas,

merusakkan sistem pertahanan badan.

Lila

Alpha Terpineol P & F, FCC

a-Terpineol 88.5%

Peradangan

pada-paru, pneumonitis, susah bernafas,

kehilangan koordinasi anggota badan,

sakit kepala.

Kandungan Wangian
Setiap produk wewangian mengandung pelarut tambahan yang berfungsi sebagai media atau fondation baik parfum itu asli atau síntesis. Persentase kandungan bahan kimia dalam parfum antara kisaran 30 % tergantung dari jenis produknya. Namun dari beberapa analisa pasar, 95 % bahan kimia yang terkandung di dalam produk wangian adalah bahan kimia sintetik yang berbahan dasar petroleum yang merupakan turunana benzena, aldehid atau zat yang umumnya terkenal beracun. Salah satu organisasi di Amerika yang menagani masalah kesehatan lingkungan menemukan zat kimia beracun dari 815 sampel yang mereka ambil, tes ini dilakukan pada tahun 1991 diantara zat yang ditemukan adalah
kloroform pada pelembut pakaian dan P-diklorobenzena yang telah diketahui bersifat karsinogenik pada produk penyegar ruangan dengan dosis yang tinggi.
Selain itu juga terdapat pengharum yang beraroma musk, yang dicurigai mengakibatkan sakit kepala dan juga bersifat karsinogenik meskipun pada kandungan yang lemah. Berdasarkan riset dari FDA pada tahun 1968-1972, bahan kimia seperti alfa-terpineol, benzil asetat, benzil alcohol, limonin, lioanalol yang sering terdapat dalam kosmetik, bahan-bahan ini dicurigai sering memberikan efek samping pada kulit pemakai.
Bahaya Kesehatan
Salah satu ciri keracunan yang disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat dalam zat pewangi yang ditambahkan dalam suatu produk pembersih dan kosmetik adalah asma, kangker, cacat janin pada bayi dalam kandungan, keguguran, gangguan pada syaraf, seperti Parkinson , alzeimer, dll. Identifikasi ini dapat ditemukan baik dalam jangka panjang atau pendek
Pada tahap awal keracunan dapat diidentifikasi melalui reaksi seseorang terhadap suatu produk tertentu yang dicurigai mengandung bahan pewangi sintetik yang mengandung zat kimia yang berbahaya, walaupun pada tahap ini hanya sebagian orang yang sensitive yang menunjukkan tanda-tanda keracunan, sama bentuknya seperti seseorang yang alergi terhadap debu. Sedangkan sebagian individu yang lain bisa jadi tidak menunjukkan reaksi apapun pada tahap awal pemakaian produk, namun pada pemakaian produk yang sama dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang barulah terlihat gejala keracunan dengan kondisi yang akut dan sulit disembuhkan seperti kanker atau penyakit berat lainnya. Produk yang dapat memberikan efek langsung kepada pemakai sehingga dapat diidetifikasi tanda keracunan adalah produk yang biasanya berkontak langsung dengan sistem pernafasan, seperti pengharum ruangan, colone , minyak wangi semprot, hairspray, kuteks, dan lain-lain yang pemaikaiannya bersifat semburan pada bagian tubuh dalam bentuk gas, sehingga terjadi kontak langsung pada sistem pernafasan mulai dari bagian hidung, faring, laring, paru-paru dan seterusnya keanggota tubuh bagian lain yang disalurkan melalui sistem peredaran darah.
Untuk produk yang digunakan pada bagian luar yaitu pada kulit seperti sabun, syampoo, krim pencukur, pemutih pakaian, detergen, pelembut pakaian, dan lain sebagainya proses keracunan terjadi saat produk yang dipakai menyerap pada pori-pori kulit dan memasuki aliran darah dan seterusnya pada bagian anggota tubuh bagian dalam.
Dibawah ini table bahan kimia dan efek samping yang biasa di rasakan oleh manusia, yang terkandung dalam produk rumah tangga dan kosmetik yang mengandung parfum atau pewangi seperti minyak wangi, deodorant, colone, penyegar udara, sabun pencuci piring, hairspray, detergent dan lain sebagainya.
Kandungan Bahan Kimia
Tanda keracunan / Efek camping
3-Butane-2-one
Peradangan pada kulit dan sistem pernafasan
Aseton
Menganggu sistem saraf pusat, kekeringan pada mulut dan
tenggorokan, pusing, lesu, hilang keseimbangan,
tidak sadarkan diri, dan koma.
Siklopentana(g)-2-benzopiran
Peradangan pada kulit, mata dan saluran pernafasan.
Etanol
Lesu, Peradangan pada mata dan bagian atas
sistem pernafasan, pusing, penglihatan yang kabur, hilang keseimbangan, kesemutan..
Etil asetat
Sakit kepala, kulit kering dan pecah-pecah,
kekurangan darah, kerusakan hati dan ginjal,
Peradangan pada mata dan saluran pernafasan.
Fenol, Ester
Gangguan sistem saraf, kanker
Hidrosinamaldehid, p-tert-butil-alfa-metil
Pingsan, sulit bernafas, gangguan sistem
reproduktif pada pria
Metilen Klorida
Kangker, sesak nafas (karena dimetabolisme
karbon monoksida), sakit kepala, pusing, lelah, sensitif.
Phenol, 2,60bis(1,1-dimetileti)-4-metil
Kangker, Gangguan pada janin dan sistem reproduksi.
Asid phetalat ester
Gangguan sistem saraf dan kandungan
Benzaldehid
Mengganggu sistem saraf pusat, peradangan pada mulut, tenggorokkan, mata, kulit, paru-paru, lesu,
sakit perut dan kerusakan ginjal.
Kamper (kapur barus)
Alergi pada kulit, Peradangan pada mata,
hidung dan tenggorokkan, pusing, lesu
dan tak sadarkan diri.
Benzil alkohol
Peradangan pada sistem pernafasan, pusing,
lesu, muntah, tekanan darah rendah, gangguan
sistem saraf, kesulitan bernafas.
Karbitol
Peradangan pada mata, kulit,
saluran pernafasan paru-paru.
Tanda Keracunan
Pada umumnya keracunan zat pewangi di tandai oleh beberapa gejala berikut berdasarkan departemen kesehatan di Kanada Pada tahun 1990. Yaitu Mata berair, penglihatan berganda, bersin, sesak nafas, alergi ringitis, sinusitis, tin­nitus, pusing, vertigo, batuk, bronkitis, sulit bernafas, sesak nafas, asma, anafilaksis, migrain, disorientasi, kehilangan ingatan bertahap, ketegangan, alergi akut, kemurungan, perubahan tingkah laku, memar pada kulit, peradangan otot dan sendi, sakit, lemah, denyutan jantung yang tidak teratur atau lebih cepat.
Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk membaca lebel pada produk yang akan dibeli untuk mengetahui kandungan kimia yang digunakan apakah ianya cukup aman untuk manusia, dan sebaiknya jauhkan pemakaian produk yang mengandung zat kimia yang berbahaya pada anak-anak dan juga ikuti cara pemakaian dan keselamatan pada kemasan yang tertera, jadi ingatlah..tidak semua produk pewangi aman buat manusia..!!!
Sumber : http://www.prn2.usm.my
Advertisements

Pewarna Rambut

Standard


Reaksi Kimia

Pada Pewarna Rambut

Oleh : Anna marie Helmenstine

Penterjemah : Rahma Dewi

Pemutihan dan pencelupan

Pewarna rambut yang aman di komersilkan pada tahun 1909 oleh seorang kimiawan asal Prancis yang bernama, “Eugene Schuller”, dengan menggunakan bahan kimia yang bernama paraphenylenediamine. Pewarnn rambut sngat popular saat ini, lebih dari 75 % perempuan mewarnai rambut mereka dan tak ketinggalan pula persentasi kaum pria yang mengikuti tren yang sama. Sebenarnya tahukah kita bagaimana pewarna rambut berkerja? Zat warna yang dihasilkan rambut adalah sebuah reaksi seri kimia antara molekul yang terdapat pada rambut dengan pigmen-pigmen yang reaksinya sama dengan peroxide dan ammonia yang dihasilkan.

Apa yang di sebut dengan ‘rambut’ ?


Rambut pada dasarnya adalah keratin, yaitu sejenis protein yang juga sama ditemukan pada kulit dan kuku, warna alami pada rambut bergantung pada perbandingan dan jumlah dari 2 jenis protein yang terkandung di dalamnya. Dua jenis protein tersebut bernama Eumelanin dan Phaeomelanin. Eumelanin adalah zat yang breperan pada pewarnaan rambut coklat ke corak hitam sedangkan Phaeomelanin berperan pada pewarnaan rambut keemasan, kuning jahe, dan merah. Ketidakikutsertaan salah satu dari melanin tersebut akan mengakibatkan warna putih atau abu-abu pada rambut.

Pewarnaan Alami

Manusia telah mewarnai rambut mereka sejak ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan tumbuhan dan mineral alami. Ada 2 kategori bahan yang digunakan untuk pewarnaan rambut tersebut yaitu :

  1. Yang mengnadung pigment contohnya Inai dan kerak biji kacang kenari
  2. Pemutih alami yang hasil reaksinya mengakibatkan rambut berwarna contohnya cuka (vinegar).

Pigment alami pada umumnya berkerja berdasarkan pada pedoman bagaimana menyelaput tangkai rambut dengan warna, beberapa pewarna alami digunakan dengan cara yang sama seperti shampoo namun tidak membutuhkan waktu yang lama dan kepekatan yang tinggi seperti pada formula sintetis modern. Permasalahnnya adalah sulit untuk mendapatkan hasil yang sama persis jika menggunakan bahan alami, ditambah lagi karakteristik beberapa orang yang alergi terhadap ramuan tradisional.

Pewarnaan Rambut Sementara

Rambut berwarna yang bersifat sementara atau permanent pada dasarnya disebabkan simpanan asam yang tercelup ke tangkai rambut bagian luar, atau bisa juga disebabkan karena molekul-molekul pigment yang terdapat dalam tangkai rambut, zat yang umum di gunakan pada proses ini adalah hydrogen peroksida, namun hanya dalam jumlah yang sedikit. Dalam beberapa kasus, pigment warna buatan masuk kedalam tangkai rambut dan membentuk kompleks yang lebih besar di dalam tangkai nya, . Namun sifat kesementraan ini akan mudah hilang jika orang yang menggunakan pewarna buatan ini sering mebasahi rambut mereka atau keramas dengan shampoo yang tidak di khususkan untuk rambut yang berwarna. Jika hal ini terjadi hal itu disebabkan karena produk tersebut tidak banyak mengandung ammonia yang berarti tangkai rambut bagian atas tidak terbuka selama proses pewarnaan rambut dan pewarna rambut yang alami mampu menahan produk pencuci atau shampho jauh lebih baik.

Bagaimana Kesan Bercahaya Berkerja?

387495943.jpg

Pemutih biasa digunakan untuk kesan bercahaya pada rambut, reaksi pemutih dengan melanin di dalam rambut merupakan reaksi yang bersifat irreversible. Dimana zat pemutih mengoksidasi molekul melanin, namun melanin masih tetap dapat ditemukan tetapi hasil oksidasi molekul melamin telah menyebabkan molekul tersebut berganti warna. Bagaimanapun juga pemutih rambut cendrung memberikan kesan berwarna dan bercahaya pada rambut seperti warna kuning muda, karena warna kuning merupakan warna alami dari zat keratin yaitu struktur protein yang terdapat pada rambut. Selain itu juga pemutih lebih mudah bereaksi dengan pigment Eumelanin yang pekat dan Phaeomelamin, sehingga beberapa hasil sisa warna yaitu warna keemasan atau merah dapat terlihat kembali setelah pencahayaan. Salah satu zat yang digunakan sebagai kesan bercahaya adalah hydrogen peroksida .

Pewarna Rambut Tetap

Bagian luar lapisan dari tangkai rambut di sebut cuticle, bagian ini harus terbuka sebelum pewarnaan tetap tersimpan masuk kedalam air. Sekali cuticle terbuka reaksi pencelupan dengan bagian dalam rambut dan cortex, akan tersimpan dan mengganti warna baru. Kebanyakan pewarnaan rambut tetap atau permanent menggunakan 2 tahapan proses pewarnaan ( biasanya terjadi bersama-sama). Proses yang pertama adalah mengganti warna asli rambut dan proses yang kedua adalah menyimpan warna barunya, dasar prosesnya sama seperti pada proses membuat efek bercahaya pada rambut, kecuali zat pewarna tersebut terikat dengan tangkai rambut.

Ammonia adalah zat kimia yang bersifat basa yang mampu membuka cuticle dan membiarkan pewarna rambut masuk ke dalam bagian cortex rambut. Ammonia juga bereaksi sebagai katalis ketika pewarna rambut permanent masuk bersama-sama dengan peroksida, kemudian peroksida mengganti posisi pigment pada saat reaksi awal pergantian warna atau “pre existing” atau di sebut juga awal ketetapan warna , dimana peroksida menghancurkan ikatan kimia pada rambut, melepaskan sulfur, dan kemudian memberikan karakteristik bau pada pewarna rambut.

Melanin yang telah ter decolorinasi akan menjadi warna permanent yang baru karena telah membentuk ikatan dengan cortex rambut. Beberapa jenis alcohol serta condisioner juga dapat melakukan degradasi warna pada rambut, untuk condisioner prosesnya adalah penutupan cuticle setelah pewarna masuk kedalam selaput dalam dan kemudian mengikat warna baru.